Saturday, October 11, 2014

Sinopsis Novel Maryamah Karpov - Andrea Hirata




Novel terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi ini berkisah tentang lika-liku kehidupan Ikal saat kembali ke kampung halamannya, Belitong. Kebanyakan juga berkisah tentang A Ling, yang sejak lama sekali dia tidak pernah melihatnya, dan dia mendapat kabar bahwa A Ling telah melaut bersama pamannya. Dan kabarnya ia ditahan bajak laut di selat karimata. Benar saja, Ikal menemukan mereka ditawan bajak laut. Hingga berbulan-bulan, dengan kekuatan cinta yang besar, Ikal berhasil menyelamatkan mereka pulang kembali. Namun, sepulangnya mereka, Ikal tak mendapat restu dari ayahnya. Ia berniat untuk membawa A Ling pergi. Apapun yang terjadi. Ia terlanjur cinta kepada A Ling. Dengan cinta yang besar.

Novel ini juga berkisah tentang gadis yang mengarungi hidupnya dengan penuh akan pahit getir kehidupan

Sinopsis Novel Edensor - Andrea Hirata

Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini berkisah tentang kehidupan Arai dan Ikal di Eropa.

Mereka berkenalan dengan orang-orang hebat disana. Ada mahasiswa India, Jerman, Meksiko, Belanda.

Malah sempat, seorang mahasiswi asal jerman, Katya Kristantaema menyukai Ikal. Padahal banyak sekali pria-pria yang mengejar dia. Namun semuanya ditolak, dan lucunya ia memilih ikal, yang bahkan tak pernah berpikiran menyukai Katya, walaupun katya adalah wanita tercantik dan ter-eksis di kampusnya. Ah, dunia ini memang kadang-kadang aneh.


Banyak pengalaman yang mereka dapatkan selama S2 di Prancis. Pada saat liburan, beramai-ramai mahasiswa jurusannya Ikal berlomba untuk mendapatkan uang sebesar-besarnya saat libur musim panas 3 Bulan. Maka saat itu, Ikal dan Arai meluncurkan aksinya untuk menjelajahi eropa, mulai dari spanyol, jerman, bahkan hingga Rusia, yang seolah tidak ada ujungnya. Mereka berkenalan dengan banyak orang sepanjang perjalanan. Sempat mereka kehabisan uang dan makanan saat di Rusia. Dan beruntungnya, ada kendaraan dengan orang-orang yang mungkin orang luar lewat, dan mereka membolehkan Ikal dan Arai ikut menumpang.

Mereka bekerja mulai dari menyanyi, menjadi 'putri duyung' di sebuah pameran, dan banyak lagi. Akhirnya, musim panas usai, Ikal dan Arai memenangkan perlombaan itu. Sungguh mengasyikkan.

Di eropa sana, Ikal masih saja mencari keberadaan A Ling yang sejak lama tak dilihatnya. Mulai dari brosing di internet tentang keberadaan A Ling, dan mengetuk pintu ke pintu untuk sekedar menanyakan apakah ada A Ling yang dia maksud. Namun semuanya sia-sia. Entahlah, Ikal melakukan hal gila ini karena cinta. Ya, memang cinta selalu membuat siapa saja melakukan hal-hal yang bahkan dianggap bodoh sekalipun.

Sinopsis Novel Sang Pemimpi - Andrea Hirata


 "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."

Ya, hanya dengan bermodal 'berani bermimpi', semua keinginan kita akan tercapai. Dengan catatan merealisasikan mimpi-mimpi itu.

Tak peduli siapa kit, yang penting berani bermimpi.

Ikal dan Arai yang bersahabat sejak SMA, sudah mulai menata mimpi-mimpi mereka. Sejak SMA, Pak Balia guru mereka sudah membakar semangat mereka. Beliau selalu memotivasi muridnya, apalagi tentang Universitas Sorbonne di Paris.


Tak hanya mengenai SMA, Arai juga mengenal seorang gadis bernama Zakia Nurmala, dengan segala upayanya ia ingin menyenangkan gadis itu, bahkan sampai belajar dari penyanyi kondang, Bang Zaitun. Namun nihil, Si cantik Zakia Nurmala itu tak sedikitpun melirik Arai.

Maka, dengan tekad dan semangat yang kuat, Ikal dan Arai memberanikan diri untuk pergi ke Jakarta selepas mereka lulus SMA. Tak disangka, kepergian mereka diantar oleh lambaian tangan dan senyum manis Zakia.

Namun, mereka tidak langsung begitu saja mencapai mimpinya. Banyak kerja keras yang mereka lakukan, mulai bekerja di kantor pos, hingga tukang fotokopian di kampus. Hingga mereka akhirnya diterima di Kampus UI. Ikal jurusan perekonomian, dan Arai jurusan Biologi.

Mereka belajar giat dan sungguh-sungguh, sambil kerja sambilan di fotokopian itu. Akhirnya dengan segala rintangan, tes, kegigihan, mereka berdua diterima studi magister di universitas impian mereka: Universite de Sorbonne, Paris. Luar biasa. Bukan main!

Wednesday, October 8, 2014

Sinopsis Novel Laskar Pelangi - Andrea Hirata

Siapa yang tak kenal dengan Laskar Pelangi? Novel bestseller dan penginspiratif no.1 di Indonesia, bahkan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa asing.


Kisah dimulai dari 11 murid SD Muhammadiyah, Gantong, di Belitong. Dengan semangatnya yang tak pernah padam, walaupun berada di garis kemiskinan, mereka tetap ingin memperoleh pendidikan.


Lintang, yang harus menempun 80 kilometer per hari dengan sepedahnya, demi mencicipi pendidikan itu. Bahkan, dalam perjalanan ia tak jarang terhadang oleh buaya besar. Dengan cemas ia menunggu buaya itu pergi. Dan pernah, ia sampai ke sekolah ketika semua telah bersiap untuk pulang, dan hanya sempat menyayikan lagu Padamu Negeri.

Mahar, dengan bakat seninya mampu mengajak teman-temannya memenangkan pertandingan seni di SD PN Timah.

Lintang, sejak memenangkan cerdas cermat antar SD di PN Timah, tidak pernah terlihat lagi. Ayahnya meninggal, dan ia harus mengurus adik-adik peremuannya.

Lika-liku kehidupan laskar pelangi yang begitu diwarnai kesedihan, saat Bu Mus, Guru mereka beberapa hari tidak masuk kelas, disebabkan SD tersebut akan ditutup. Namun, bu Mus dan Pak Harfan tetap mempertahankan SD tersebut. Sekolah adalah harga mati.

Berani bermimpi, itulah hal yang mereka terapkan.

Bahkan, Ikal menemukan cinta disana, saat ia sedang disuruh membeli kapur ke toko kelontong cina, ia bertemu dengan gadis berkuku cantik. Selidik-selidik kesana kemari, gadis itu bernama A-Ling. Oh, sampai kapanpun Ikal tak akan melupakan A-Ling. Begitu dikatakan dalam novel tersebut.

Setelah lulus SD, dan setelah dewasa, Ikal dan Laskar Pelangi. berhasil meraih mimpi-mimpinya. Ikal berhasil menempuh pendidikan S2 di Sorbonne, Paris. Begitupun teman-teman yang lain, berhasil dengan kehidupannya masing-masing.

Banyak sekali cerita sedih dan menggetarkan hati bagi siapapun yang membacanya, bahkan yang tak suka novel sekalipun. Setelah membaca novel ini, kita lebih menyadari untuk tidak mengeluh dalam situasi apapun. Apalagi untuk menempuh pendidikan.




Sunday, September 14, 2014

Suka Duka jadi Mahasiswa


Jadi mahasiswa? Tentunya suatu kebanggan tersendiri bagi seseorang yang telah dipanggil dengan sebutan itu. Ada kata 'maha' yang melekat pada dirinya. Entahlah, maksudnya bangga karena merasa sudah besar dan tidak ada lagi yang mengatur hidupnya, atau bangga karena telah terbebas dari dunia sekolah yang kadang dianggap ribet.

Memang benar sih jadi mahasiswa itu asyik, menyenangkan. Tapi di sisi lain, banyak tanggung jawab di pundak mereka. Pasalnya, jadi mahasiswa itu gak gampang. Mereka harus berjuang, karena mahasiswa dianggap sebagai agen perubahan. Berikut peran dan fungsi mahasiswa:

1. Agent of Change (Agen Perubahan)

2. Social Control (Kontrol Sosial)

3. Agen Penerus bangsa

Dimana Tridharma Perguruan Tinggi itu adalah:

1. Pendidikan

2. Penelitian

3. Pengabdian kepada Masyarakat

Dari hasil-hasil pendidikan yang kita dapat di dalam maupun di luar kelas perkuliahan, kita tuangkan hal tersebut melalui penelitian, yang kemudian hasil penelitiannya kita aplikasikan kepada masyarakat. Jadi Tridharma perguruan tinggi tersebut saling berkaitan.

Dan, jadi mahasiswa itu gak gampang. Misalnya saja jurusan saya, Geofisika. Dimana waktu semester 1 itu praktikumnya ada 3 dalam seminggu, dan itu harus membuat laporan awal tulis tangan,kemudian di speaken kan (presentasi dan tanya jawab) perorangan terhadap teman kelompok dan asisten, barulah setelah itu melakukan praktikum, dan data yang didapat diolah dalam bentuk Laporan Akhir. Itu baru satu laporan per minggu, belum dikali 3 laporan, dan begitulah seterusnya setiap minggu. Fiuuhhh saya awalnya kaget, ternyata kuliah tuh kayak gini. Belum lagi beban yang dipikul kami selama kaderisasi dalam hal masuk menjadi anggota himpunan. Sibuk dan capenya subhanallah deh. Banyak tekanan dari mana-mana. Tapi setelah menjalani itu semua, kami semakin terbiasa untuk mengatur waktu, bahkan kami pernah tidak tidur demi mengerjakan laporan praktikum. Yah, itulah mahasiswa. Kalau mau sukses, katanya kurangi tidur!

Terlepas dari soal praktikum dan laporan yang penat ini, beberapa kami kecewa dengan hasil belajar kami, sebutlah IPK. Banyak diantara kami yang terlalu fokus mementingkan praktikum dan laporan yang hanya 1 sks, sedangkan yang 2, bahkan 4 sks terabaikan. Dampaknya ipk jauh dari kata 'cumlaude'. Tak apa, saya masih belum mengharapkan cumlaude. Semoga ke depannya bisa lebih baik.


Kembali lagi pada hal 'mengatur' waktu. Kami menganggap hal ini masih wajar, karena baru semester awal, dimana kami masih dalam masa transisi dari SMA ke Perkuliahan. Tapi, katanya juga makin atas makin susah kuliahnya, ajdi manfaatkanlah semester awal dimana matakuliahnya masih ada matakuliah SMA, seperti fisika dasar, matematika dasar, kimia dasar, bahasa indonesia, bahasa inggris, biologi, kwn, dan lain-lain.

Lama kelamaan kami makin terbiasa dengan yang namanya laporan. Jadi, semester 2 kami tidak terlalu fokus pada praktikum, tapi fokus pada sks besar, dan alhamdulillah, hasilnya ipk naik dan meskipun tidak terfokus pada praktikum, nilainya alhamdulillah mendapat A.

Dosen pembimbing saya pun pernah bilang, bahwa anggaplah semuanya biasa-biasa saja, rileks saja. Jangan anggap terlalu susah, dan jangan meremehkan mata kuliah apapun.

Tapiii, dibalik kesibukan tersebut, saya senang menjadi mahasiswa. Di dunia kampus, saya menyadari bahwa hidup itu jangan cuma untuk sendiri. Tapi belajar untuk peduli terhadap orang lain. Saya juga senang punya teman-teman yang asyik. Saya menargetkan untuk punya link di luar fakultas, maka saya berencana ingin ikut BEM universitas.

Tuh, kan banyak enaknya jadi mahasiswa, dibanding beban yang dipikulnya :)

Sunday, September 7, 2014

Kuliah.. ya jangan 'cuma' kuliah saja :)



Belakangan ini, saya yang baru menyelesaikan semester 2 ini menjadi begitu tertarik dengan seputar kegiatan non-akademik di kampus.

Awal 2014 lalu, BEM Fakultas MIPA mengadakan open recruitment untuk posisi staff di berbagai departemen yang ada. Dari situ, aku mulai tertarik dengan yang namanya 'BEM', loh kok kayanya asik ya ikut organisasi semacam bem tuh. Dan akhirnya dengan segala pertimbangan aku memutuskan untuk mengisi formulir dan melakukan wawancara pada awal 2014 itu. Alhamdulillah wawancaranya lancar, dan selang beberapa hari setelah wawancara tersebut aku mendapat sms bahwa aku diterima di departemen keprofesian, di bawah kementerian Penalaran.

Pada kumpul pertama anggota baru BEM Kema FMIPA Unpad, hari minggu tepatnya, kami dikumpulkan dalam satu lingkup keluarga BEM, dan kemudian kumpul per departemen. Disini kita mulai sharing-sharing mengenai pengalaman bem tahun lalu, pengalaman kakak tingkat selama berorganisasi. Dan katanya, berorganisasi itu banyak banget manfaatnya, gak ada ruginya sama sekali. Hanya tinggal bagaimana cara kita mengatur waktu antara perkuliahan dengan organisasi.

Nahh, selama 6 bulan kami menjalani kepengurusan di BEM, alhamdulillah ternyata memang betul terasa sekali manfaatnya, mulai dari dapat teman banyak hingga dapat ilmu dan motivasi. Dan juga dapat ilmu baru yang tidak didapat di perkuliahan. Jika dibuat list, nah seperti ini keuntungan mengikuti organisasi kampus seperti BEM:

1. Dapat teman banyak, yang nantinya berguna sebagai link.
2. Meningkatkan softskill.
3. Dapat motivasi lebih, bahwa sebagai mahasiswa jangan cuma kuliah saja, tapi juga berorganisasi dan berkarya.
4. Kenal sama orang-orang hebat, seperti mahasiswa berprestasi, teman2 yang menjuarai berbagai kompetensi.
5. Dapat ilmu tentang komunikasi.
6. Bekerja sesuai deadline.
7. Dapat informasi lebih dulu, karena informasi-informasi biasanya melalui bem dulu.
8. Dapat kisi-kisi, misalnya soal ujian tahun lalu dari kakak tingkat atau dari teman.


Nah itu baru sebagian kecil manfaat mengikuti organisasi. Dan kebetulan, kepala Departemen saya adalah mahasiswa berprestasi no.2 di Fakultas Mipa. Namanya Teh Putri. Tetehnya asyik banget, enak diajak sharing seputar karya ilmiah. Teteh ini tuh udah menjuarai Pimnas 4x. Keren kann. Ide untuk PKM - PKM nya tuh banyak banget, kayanya ngalir aja dengan lancarnya. Pernah, waktu kemaren juga aku lagi down banget, padahal masuk kuliah baru 3 hari di semester 3, tapi kayanya tuh udah dikasih tugas banyak aja, dan suasana di kelas emang lagi gak nyaman, dan pada suatu kesempatan, aku sama teman2 keprofesian dan Teh Putri ini berkumpul, sharing-sharing. Dan dia sharing pengalamannya selama di pimnas, dan ngejelasin kalo kita tuh kuliah, ya jangan cuma kuliah aja. Manfaatin lah selagi kita menjadi mahasiswa tuh, bisa terus untuk berkarya, ikutilah PKM (program kreativitas mahasiswa) yang diadakan oleh dikti, selain kita bisa menuliskan hasil karya kita, bisa juga mendapatkan uang untuk merealisasikan ide-ide tersebut, jika berhasil didanai dikti. Dan setelah itu tahapnya masuk ke Monev (monitoring dan evaluasi), jika lolos, masuk Pimnas (pekan ilmiah mahasiswa nasional), dan kalo juara disini, dan nyumbang medali untuk universitas tuh rasanyaaa.. Ahh bangga banget pokoknya. Ya walaupun aku belum pernah ikut pkm sih, tapi rencananya sekarang ingin membentuk tim pkm bersama teman-teman di Mipa. Semoga aja bisa mengikuti jejaknya teh Putri :) aamiin.




Nahh gitu, jadi dengan ikut BEM tuh, aku ngerasa dihargain disini, karena orang-orang BEM tuh netral banget. Disini aku punya keluarga baru, disaat aku ngerasa jenuh dengan dunia perkuliahan, terutama di kelas, nah dengan bertemu dan sharing dengan teman2 BEM, semangatku langsung meningkat lagi. Aku senang sama teman-teman di BEM, banyakkk bangeeet manfaatnya. Gak bakalan rugi kalo kita ikutan BEM, malah ipk pun naik, asalkan kita benar-benar  komitmen di BEM dan konsisten dalam mengatur waktu untuk belajar dan berorganisasi, serta berkarya :)

Saturday, August 23, 2014

My Favourite Music

Iseng banget w nulis ginian. Tapi gakpapa. Mungpun lagi gabuuuts parah.

Judul postingannya tentang "musik" ya.... Hmm yaak jadi terkadang musik itu bisa mewakili keadaan atau perasaan looh.

dan btw ue sukanya musik Indonesia sebenernya, lagu-lagu macem Kerispatih, Afghan gitulah.
Tapi ue juga ngefans pisan ama Linkin Park. Haha. cuman belakangan semenjak masuk kuliah jadi gak ngikutin lagi infonya. Banyak kesibukan selama di kampus *ceilaah.


  

Jadi gambar di atas adalah Logo nya Linkin Park (sekarang udah ganti dikiit). Tapi ue lebih suka logo yang ini.

si akang Chester
 Taraaa.... inilah mantan gebetan uee. Dia kalo udah nyanyi beuhh suaranya mantep. Cakep pula, cuman memang udah "senior" sih alias berumur. Btw doi juga seumuran ama mamah ue. Tapi bisa-bisanya ue dulu suka banget ama ini orang dan ngaku-ngaku ke temen sekelas (di SMA, X-7) kalo akang ini adalah pacar ue -_-. lol.

ya begitulah jaman SMA dulu suka ga kira-kira kalau ngomong, wkwk malah ngayal kalau seandainya Chester belom nikah terus tar ketemu ama ue. Haha *maklum jaman bocaah :(

Brad Dalson, Guitarist
Ini orang terfavorit kedua setelah Chester. Suka aja sih sama gayanya. terus keren gitu penampilannya, macho lagi wkwk.

Mike Shinoda, Rapper
inilah temen setianya pacar ue itu. Sampe-sampe ue suka cembuyu sama dia. Huftt. Jadi doi ituu rapper di LP ini. Keren bats pokonyaa. Doi juga punya grup band "Fort Minor" dan lagu-lagunya gak kalah sama Linkin Park. Terus ue paling suka waktu doi yang di video klipnya "In The End" sama "The Catalyst"

Full team
langsung aja deh ke foto paling kiri yang lagi duduk itu Joe Hahn, DJ nya Linkin Park. Menambah kesan dramatis ajaa di tiap lagunya.

Terus yang berdiri di samping Joe itu adalah Rob Bourdon, sang drummer yang menurut ane sih cakep.

dan di pinggirnya yang botak (maaf ya om :D) itu adalah Dave Phoenix Farrel, sang Bassist.


Dan buat jenis musik favorit lainnya mungkin ane share entar.

Recommended

Hai, kenalin dulu. Daku blogger pemula dan iseng yang belakangan ini kaget pas liat visitor buat beberapa postingan nyampe hampir 6000 pengunjung choooi. 6K !!! daebaak wkwk. *gak sombong, cuman bangga. wakaka.


Terus mau ganti URL Blog gituu. Tapi diganti lagi ke lia-geophys.blogspot.com karena udah klop aja ama nama ini dan juga sayang ama reader yang udah berkunjung di mari :D.

soalnya pengunjungnya udah lumayan gan. nih kalo gak percayaa :p

pencapaian terbaikk anee gaan wkwk
jadi daku punya dua blog, dalam satu akun. Cuman yang satu lagi itu emang jarang keurus.

Udah ah pamernya. Jadi postingan ini berisi sinopsis novel yang pernah aku baca (dan lagi semangat nulis). Meskipun daku ga tau cara nulis sinopsis yang bagus itu kayak gimana... tapi semoga postingan ini bisa membantu temen-temen yang lagi nyari bahan referensi, entah mau beli novel terkait atau buat tugas sekolah. hihi.

cekidoot aja yaak.

A. Novel Tere Liye

1. Negeri Para Bedebah

rekor bangeet sih gaan. dan postingan ini berada di urutan 1 pencarian Google looh. :D


2. Bulan

3.  Berjuta Rasanya dan Sepotong Hati yang Baru

4.  Rindu

5. Sunset Bersama Rosie

6. Rembulan Tenggelam di Wajahmu

7. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah


B. Ilana Tan

1. Spring in London

2. Autumn in Paris

3. Sunshines Becomes You



C. Andrea Hirata

1. Laskar Pelangi

2. Sang Pemimpi

3. Edensor

4. Maryamah Karpov

5. Cinta dalam Gelas

6. Padang Bulan



D. Dee Lestari

1. Petir



E. Lain-lain

1. 99 Cahaya di Langit Eropa

2. Merry Riana


btw dulu pernah iseng ikutan event gitu. terus dibukuin, ya masih secara indie sih. Moga aja entar (gatau kapan) bisa nerbitin buku sendiri hehe. Aamiin.

ini judulnya: Always in My Mind

baca juga: Pengalaman Book Advisor


Friday, July 4, 2014

Tips IPK Cumlaude

Kali ini saya ingin share tentang tips ipk hingga cumlaude atau di atas 3,51. Ini berdasarkan pengalaman teman saya, tapi kami baru di semester 2 sih. Meskipun saya belum mencapai ipk segitu, tapi, teman saya bisa dapet ipk segitu, dan selidik-selidik ternyata dia memiliki nilai lebih.


Berikut tips - tipsnya:

1. Rajin masuk kuliah

Teman saya yang satu itu, pasti rajin deh masuk kuliah. Kalaupun ijin karena ada urusan keluarga atau ngurusin hal-hal lain yang gak kalah pentingnya, dia selalu nelfon dosen atau minimal sms, ga pernah yang namanya "tipsen".

2. Mengerjakan tugas tepat waktu

Disaat orang lain malas dan pusing karena gak bisa atau kebingungan dalam ngerjain satu tugas, lain dengan teman saya yang satu ini. Dia selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas, pas ditanya kapan ngerjain tugas, katanya pas malam harinya. Wah aku pikir hebat ya saat orang lain kebingungan, tapi dia bisa ngerjain itu tugas, dan akhirnya kita minta diajarin ke dia.

Tapi harus ingat, kerjakan tugas sebisa kita (jika tugasnya rada sulit), apalagi kalo tugasnya bisa kita kerjain dalam hitungan jam,bahkan menit, langsung aja kerjain secepatnya, jangan menunda pekerjaan, yang akan menimbulkan malas dan lupa.

3. Perhatikan dosen saat memberikan materi di kelas

Ini sangat penting, meskipun kamu udah sepinter apapun, tetep aja harus fokus ke dosen saat proses belajar di kelas. Meskipun materinya sudah pernah didapat di SMA, misalnya. Tetap perhatikan dosen. Jangan sombong. Ingat, ilmu itu luas. Semakin kita banyak menerima ilmu, dan diulang-ulang terus, kita akan semakin paham dengan ilmu tersebut.

4. Hindari memainkan gadget di kelas

Menurut aku sih ini cukup penting juga. Pernah di kelas saat matakuliah yang dianggap sulit oleh mahasiswa, aku mainin hp sambil browsing, download, dll. Dan saat dikasih tugas, rada kebingungan. Ujung2nya nanya lagi ke temen.

5. Aktif di kelas

Jika dosen memberikan kesempatan untuk bertanya jika ada yang kurang paham, maka bertanyalah. Tapi nanya nya juga harus kritis. Dan sering-seringlah bertanya jika ada yang kurang dimengerti. Atau menjawab pertanyaan dosen. Dengan begitu kita akan dikenal dosen, dan dengan dikenal dosen, minimal sewaktu ngasih nilai uts/uas mungkin ada nilai "plus" disitu. Kalo males nanya ke dosen, nanya aja ke temen2 yg lain.


6. Belajar dari orang lain

Cobalah analisa kebiasaan2 temen kita dalam proses belajarnya. Ambil hal-hal positif dari itu. Entah itu soal rajinnya, kritisnya, solutifnya. Dan belajar jangan hanya sama teman yang pintar saja, tapi belajarlah dari semua orang. Ilmu itu luas, ga semua hal bisa didapat dari orang2 yg pintar saja. Dan kangan malu bertanya sama teman yang dibawah kita, bertanyalah pada siapapun, asal masih dalam batasan wajar.

7. Belajar, dan mengulang kembali materi kuliah di rumah/kosan

Minimal setiap hari membuka kembali catatan materi yang disampaikan dosen, dengan begitu kita akan tertarik untuk membacanya kembali, dan perlahan-lahan jika dilakukan secara kontinu, maka ketika akan menghadapi kuis, uts, uas kita tidak perlu melakukan sistem sks (sistem kebut semalam), karena sedikit banyak, kita sudah paham materi karena sering membuka kembali catatan-catatan kuliah. Dan usahakan untuk paham, bukan hanya sekedar hafal.

8. Ikutlah organisasi, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu

Dengan ikut organisasi seperti pengurus himpunan, bem atau ukm, kemampuan softskill kita akan terasah. Dan jangan takut organisasi akan mengganggu waktu belajar. Justru itu, dengan berorganisasi, kita akan bisa mengatur waktu. Dan ini penting untuk mengasah kedisiplinan kita.

9. Rendah hati, dan selalu berdoa

Ini dia yang paling berkesan dari temen aku itu. Meskipun ilmunya lebih tinggi dari kita-kita (temannya) tapi dia tetap rendah hati, dan gak pernah sombong. Jika kita kesulitan dalam hal pelajaran, dengan senang hati dia mau mengajari kita. Saya rasa hal ini juga yang membuat kemampuannya makin terasah. Dan ketika menghadapi kuis, uts atau uas dia selalu terlihat berdoa dengan khusyu, cukup lama. Tapi aku liat ada ketenangan dalam dirinya. Dan juga rajin berpuasa senin-kamis, serta shalat tahajjud.

10. Restu orangtua adalah sukses kita

Ini yang paling penting. Mintalah restu orangtua, apalagi jika mau menghadapi kuis, uts, uas, jika yang jauh dari orangtua, telfon dulu untuk meminta restu mereka. Insyaallah, segala sesuatunya akan dilancarkan oleh Allah swt :)

Sekian tips-tips ipk cumlaude. Semoga bermanfaat :)